Karena anak-anak terbiasa bangun pagi, maka aku juga bangun pagi sekitar jam 5 pagi. Aku lihat di handphone ... gak ada missed calls dan gak ada juga sms dari mas. Aku tambah yakin Oom Iman bakal sembuh. Tiba-tiba sekitar jam setengah enam, mas telpon. Aku deg-degan .... mas hanya bilang: tolong doain buat oom Iman. Aku masih gak percaya: OOM IMAN ITU KUAT JADI DIA HARUS BISA SEMBUH!!!
Jam 06.15 mas telpon lagi: ma, Oom Iman udah gak ada! Gue masih belom percaya. Sakitnya Oom Iman khan gak separah itu, kenapa harus bisa meninggal. Gak mungkin. Tapi memang kenyataan bahwa Oom Iman sudah meninggal. He was young, dynamic and healthy man. Akhirnya aku telpon Belanda dan juga telpon kantor. Tante Lina dan Tante Nai akan langsung datang.
Siang kita ke Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto. Again I have to go to that place. 14 years ago I was at that place also when Dad died. Aku melihat jenazah Oom Iman dengan hati yang begitu sedih. He was a good uncle, a good 'grandpa' for his grandkids. He was a good friend to family Slamet. He was the glue for the most of us in the family. Now he's gone ......
I still can't belive it's true .....
No comments:
Post a Comment