Reena's Journal
Tuesday, March 10, 2009
Hari pertama
Monday, March 9, 2009
Pernikahan anak Pak Tumiyo
Beberapa hari yang lalu aku mendapat undangan pernikahan anaknya Pak Tumiyo. Pak Tumiyo adalah supir dinas di kantor, yang pernah belajar bahasa Belanda di ETC juga. Aku sebenarnya gak pernah ngajar beliau secara langsung tapi aku sering memberikan les khusus di kantor untuk Pak Tumiyo. Mungkin dari situ timbul rasa hormat pak Tumiyo terhadap aku. Salah satu contohnya adalah bentuk undangan yang aku terima lain dengan undangan yang diterima oleh rekan-rekan lain. Salah satu rekanku bilang bahwa bentuk undangan itu adalah undangan yang besar sekali ditunggu kehadirannya. Wow .... I feel honoured. So I went with mas D and Nadya this afternoon to Cilandak KKO. He saw us from far already ;-)
Sunday, March 8, 2009
Nyenengin mertua
Atas keinginannya sendiri, Oma - begitulah aku menyebut mertuaku - minta dijemput hari Sabtu kemarin (7/3), karena Oma sudah lama sekali tidak datang menginap di rumah. Jadi, kemarin Mas D melakukan 'perjalanan' jauh banget. Pagi mengantar aku mengajar, terus dia menjemput iparnya di Depok yang ingin pergi kondangan ke Otista. Terus kembali lagi ke Depok dan akhirnya menjemput Oma di Semper, Jakarta Utara. Perjalanannya kali udah sampe ke Cirebon kalo dihitung dengan jam.
Karena Oma dateng sudah malem sekali, maka kita tidak kemana-mana. Barulah hari ini kita jalan. Gue ingin sekali 'menyenangkan' Oma dengan mengajaknya makan di Hanamasa. Habisnya selama ini yang diomongin adalah Tanti, Tanto, Tanti, Tanto. Tanti begini, Tanto begitu. Diajak ke sini diajak ke situ. So why not sekali-kali kita ngajak Oma untuk sesuatu yang baru ... makan di restoran Jepang yang bisa makan sepuasnya dan masak sendiri. Untung aja kali ini gak keluar perkataan: 'Ah lain kali mau ajak Tanti ke sini'.Setelah makan kita jalan ke Blok M Plaza, karena anak-anak mau main di Amazon. Then we went to Blok M Square and then finally go home.
Saturday, January 10, 2009
Kembali dari Klaten
Thursday, January 8, 2009
Klaten
Wednesday, January 7, 2009
Last minutes of Oom Iman
Jam 06.15 mas telpon lagi: ma, Oom Iman udah gak ada! Gue masih belom percaya. Sakitnya Oom Iman khan gak separah itu, kenapa harus bisa meninggal. Gak mungkin. Tapi memang kenyataan bahwa Oom Iman sudah meninggal. He was young, dynamic and healthy man. Akhirnya aku telpon Belanda dan juga telpon kantor. Tante Lina dan Tante Nai akan langsung datang.
Siang kita ke Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto. Again I have to go to that place. 14 years ago I was at that place also when Dad died. Aku melihat jenazah Oom Iman dengan hati yang begitu sedih. He was a good uncle, a good 'grandpa' for his grandkids. He was a good friend to family Slamet. He was the glue for the most of us in the family. Now he's gone ......
I still can't belive it's true .....